1 November 2012

Berdamai Dengan Masa Lalu



"Saya dijebloskan ke Bukit Duri saya tidak pernah tahu kenapa saya dipenjara." - Kartinah

"Setiap dibon jam 12 malam, saya kerap dipukul dan ditendang dengan sepatu lars hingga gigi saya copot. Saya jatuh. Darah dimana-mana. hidung saya penuh darah. Baju putih yang saya kenakan sampai lepek. Tapi saya bersikukuh tak satupun pertanyaan saya jawab." - Kusnah


Dua penggal kisah di atas bukanlah cuplikan drama sinetron televisi, tetapi cuplikan penuturan dua orang wanita yang masa mudanya dulu pernah direnggut karena sebuah konspirasi kejahatan yang sampai saat ini belum terungkap siapa yang bermain di balik semua itu. 

Masih banyak penggalan-penggalan kisah serupa yang akan membuat jantung berdegup lebih kencang, dada berdesir berkali-kali ketika membayangkan wanita-wanita polos yang tak tahu apa-apa harus menanggung hukuman entah karena kesalahan siapa. Meraka harus rela berpuluh-puluh tahun hidupnya direngut sebagai tumbal kepentingan politik segelintir orang.

Ketigabelas wanita yang kini berusia senja yang tampaknya seperti nenek-nenek biasa dengan kulit yang telah keriput dan senyum tulusnya itu menuturkan kisah mereka secara langsung bagaimana peristiwa yang sebenarnya terjadi dan drama kehidupan yang sangat kejam setelah terjadinya peristiwa G30 S/PKI.
Sepenggal fakta yang tak banyak orang mengetahui bahwa dibalik gembar-gembornya Kesaktian Pancasila, terdapat berjuta-juta tangis pilu yang menyayat yang tak bisa dihilangkan begitu saja walaupun dengan kata maaf. 

Mungkin dikalangan orang biasa buku ini bukanlah salah satu buku bacaan populer. Akan tetapi bagi penikmat sejarah, buku ini adalah salah satu buku wajib yang harus dibaca karena mampu mengungkap sepotong fakta yang berusaha dilupakan dan terlupakan dari bangsa Indonesia. 

Untuk sebuah masa depan yang lebih baik, untuk sebuah kebenaran yang harus terungkap, dan untuk sebuah sejarah yang harus diluruskan. Buku ini "harusnya" menjadi buku wajib bagi semua anak muda yang mengaku berbangsa Indonesia. 


4.5/5 bintang saya dedikasikan untuk wanita-wanita tangguh yang mampu hidup dengan masa lalu mereka yang kelam dalam buku Kembang-Kembang Genjer. 

5 komentar:

Ana mengatakan...

MAU!!!! >,<
G30S/PKI itu ibaratnya kaya Holocaustnya Jerman gitu deh.

farahrizki mengatakan...

Kamu udah nonton The Lady.? Aku ngebayangin film PKI dibikin dng format kyk gt dan ceritanya asli,seperti yg terjadi sebenarnya,bukan cerita sejarah yg dibelokkan seperti yg beredar skrg. Pasti keren,dan bikin 'melek' sejarah. *merinding*

Esa Nugraha Putra mengatakan...

wow bacaan berat. Tampilan blognya keren pula.

farahrizki mengatakan...

terimakasih...hehe tapi isi buku ini nggak berat kok, :)

nannia mengatakan...

blogwalking..
novel berlatar sejarah aku juga suka
salam kenal :)

Posting Komentar

 
Blog Design By Use Your Imagination Designs With Pictures from Pinkparis1233
Use Your Imagination Designs